Kacawarta.id, Semarang — Sebagai bagian dari pelaksanaan project kepemimpinan bertema Sustainable Development Goals (SDGs) ke-14 “Menjaga Ekosistem Laut”, mahasiswa Jurusan Pendidikan IPA, PPG Calon Guru Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar kegiatan penanaman mangrove di kawasan pesisir Mangkang, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi antar mahasiswa lintas jurusan, yang bahu-membahu turut serta demi terwujudnya kelestarian lingkungan pesisir Semarang.
Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan rehabilitasi ekosistem mangrove binaan Kelompok Tani Mangrove Lestari, yang selama ini dikenal aktif melakukan upaya pelestarian kawasan pesisir Semarang dari ancaman abrasi. Selain mahasiswa PPG UNNES selaku pelaksana kegiatan, project ini turut melibatkan Kelompok Tani Mangrove Lestari, serta Dr. Ardhi Prabowo, S.Pd., M.Pd. selaku koordinator Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang mendampingi dan mengawasi jalannya kegiatan dari awal hingga akhir.
Diawali Pembukaan dan Edukasi Teknis

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang bertujuan menyampaikan gambaran umum kegiatan serta tujuan dilaksanakannya penanaman mangrove. Sesi ini sekaligus menjadi ajang menyambut seluruh pihak yang hadir dan membangun semangat kolaborasi antara mahasiswa, kelompok tani, dan DPL sebelum turun langsung ke lokasi penanaman.
Selanjutnya, Bapak Mustafid selaku perwakilan Kelompok Tani Mangrove Lestari memberikan edukasi dan pengarahan teknis kepada seluruh peserta. Materi yang disampaikan mencakup jenis bibit mangrove yang digunakan, teknik penanaman yang tepat mulai dari kedalaman lubang tanam, jarak antar bibit, hingga cara pengikatan bibit pada ajir atau patok penyangga, serta kondisi substrat dan karakteristik lahan di kawasan Mangkang. Tak hanya aspek teknis, para peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya fungsi ekologis mangrove, yakni sebagai penahan abrasi pantai dan habitat berbagai biota laut, dan penyerap karbon yang berperan dalam mitigasi perubahan iklim.

Penanaman Bersama 700 Bibit Mangrove
Penanaman dilaksanakan secara langsung oleh para peserta di sepanjang area pesisir yang telah ditetapkan. Bapak Mustafid beserta anggota Kelompok Tani Mangrove Lestari turut mendampingi di setiap titik penanaman, didampingi pula oleh DPL, untuk memastikan teknik yang diterapkan peserta sudah sesuai dengan arahan yang disampaikan pada sesi edukasi sebelumnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa PPG Calon Guru UNNES berharap dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir sejak dini, sekaligus menunjukkan peran nyata calon pendidik dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs 14 tentang ekosistem lautan. Kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi nyata UNNES sebagai kampus konservasi dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir di wilayah Jawa Tengah.

Kegiatan tidak berhenti pada proses penanaman saja. Mahasiswa bersama Kelompok Tani Mangrove Lestari akan melaksanakan monitoring atau pemantauan secara berkala terhadap bibit mangrove yang telah ditanam, guna mengetahui tingkat keberhasilan tumbuh (survival rate), kondisi fisik bibit, serta mendeteksi sejak dini apabila terdapat bibit yang rusak atau mati akibat faktor lingkungan seperti gelombang, sampah, atau hama. Hasil monitoring ini akan menjadi dasar evaluasi keberhasilan project kepemimpinan sekaligus bahan pertimbangan apabila diperlukan penyulaman atau penanaman susulan di titik-titik tertentu. Tahap ini sekaligus menegaskan bahwa kegiatan penanaman mangrove tidak dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan sebagai bagian dari upaya pelestarian ekosistem pesisir yang berkelanjutan.